Perbedaan E-Money dan E-Wallet: Pilih yang Sesuai dengan Kebutuhan Anda

Perbedaan-E-Money-dan-E-Wallet--Pilih-yang-Sesuai-dengan-Kebutuhan-Anda

Meskipun sering disamakan, terdapat perbedaan e-money dan e-wallet yang cukup signifikan. Pada prinsipnya, e-money dan e-wallet merupakan dua inovasi metode pembayaran terkemuka yang memungkinkan pengguna untuk melakukan transaksi secara elektronik dengan lebih mudah dan efisien.  

Perbedaan utama antara e-money dan e-wallet terletak pada bentuknya, cara pengisian saldo, fitur yang ditawarkan, hingga perangkat yang digunakan. Memahami perbedaan ini penting untuk membantu dalam memilih solusi yang paling sesuai dengan kebutuhan dan preferensi Anda dalam mengelola keuangan secara elektronik. Simak sejumlah perbedaan antara e-money dan e-wallet dalam artikel ini!

11 Perbedaan E-Money dan E-Wallet

E-money dan e-wallet merupakan dua solusi alat pembayaran digital yang kian populer dalam kehidupan sehari-hari. Meskipun keduanya sering dianggap sama dan mudah digunakan oleh masyarakat, terdapat perbedaan signifikan yang perlu dipahami sebelum memilih solusi yang tepat untuk kebutuhan finansial Anda. Berikut adalah sejumlah perbedaan antara e-money dan e-wallet.

1. Definisi

E-money atau uang elektronik adalah bentuk uang digital yang disimpan dalam sebuah perangkat. Pada umumnya, e-money disimpan dalam media elektronik berupa kartu fisik chip based. Uang yang disimpan dalam e-money dapat digunakan untuk melakukan transaksi elektronik, seperti pembayaran.

Sementara itu, e-wallet atau dompet digital merupakan aplikasi di perangkat seluler yang menyimpan saldo digital untuk pembayaran atau server based. E-wallet umumnya diterbitkan oleh perusahaan fintech (teknologi keuangan). Saldo yang terdapat pada e-wallet dapat digunakan untuk membayar tagihan, membeli barang, hingga mentransfer dana. 

2. Bentuk

Pada umumnya, e-money berbentuk kartu fisik yang mirip seperti kartu debit atau kartu kredit. Kartu tersebut juga dilengkapi dengan chip yang menyimpan data saldo dan informasi pengguna. E-money memungkinkan pengguna untuk membawa kartu tersebut dan digunakan dalam transaksi offline secara langsung.

Sebaliknya, e-wallet sendiri berbentuk aplikasi virtual yang dapat diunduh dan diakses melalui ponsel atau tablet. E-wallet menciptakan kemudahan akses uang elektronik langsung melalui perangkat yang selalu ada bersama pengguna. Aplikasi ini memiliki antarmuka yang responsif dan ramah bagi pengguna.

Baca Juga: Cara Kerja Fraud Detection System dan Manfaatnya Untuk Bisnis 

3. Kegunaan

E-money umumnya digunakan untuk melakukan transaksi di tempat-tempat fisik, seperti toko ritel, stasiun kereta api, bandara, atau mesin penjual otomatis. Sebagai contoh, ketika menggunakan transportasi umum, seperti bus dan Commuter Line, e-money dapat digunakan untuk membayar tarif perjalanan dengan mudah dan cepat. 

Sementara itu, e-wallet lebih sering digunakan untuk melakukan transaksi online atau pembayaran digital. Pengguna e-wallet dapat dengan mudah melakukan pembelian di toko daring dengan sekali klik. Selain itu, e-wallet juga berguna untuk pembayaran tagihan rutin, seperti tagihan listrik, air, telepon, atau internet. 

4. Perangkat yang Digunakan

Dalam penggunaan e-money, ketergantungan pada kartu fisik atau perangkat lainnya menjadi kunci utama. Pengguna harus selalu membawa kartu fisik atau perangkat e-money tersebut untuk melakukan transaksi. Dengan demikian, e-money dapat digunakan tanpa smartphone dan cukup dengan menempelkan kartu pada mesin EDC.

Sementara itu, dalam penggunaan e-wallet, ketergantungan pada perangkat seluler pengguna menjadi faktor kunci. Pengguna dapat mengakses e-wallet dan melakukan transaksi hanya dengan menggunakan aplikasi yang sudah diunduh di ponsel mereka. Hal ini membuat proses transaksi menjadi lebih fleksibel karena pengguna tidak perlu membawa kartu fisik tambahan atau perangkat khusus. 

5. Cara Pengisian dan Limit Saldo

Saldo e-money dapat diisi ulang melalui mesin ATM, kios, atau outlet mitra dengan menggunakan uang tunai atau transfer bank. E-money memiliki batasan saldo maksimum yang disesuaikan dengan penyedia layanan. Namun, umumnya e-money memiliki batasan saldo tersimpan hingga Rp2 juta.

Di lain sisi, dana dalam e-wallet dapat diisi ulang melalui berbagai cara, mulai dari transfer bank, kartu kredit, mobile banking, hingga melalui merchant yang bekerja sama dengan e-wallet. Limit saldo e-wallet bervariasi tergantung pada kebijakan perusahaan dan jenis akun. Namun, umumnya limit saldo tersimpan di e-wallet mencapai Rp20 juta.

Baca Juga: Perbedaan Digital Banking dan Mobile Banking, Mana yang Cocok untuk Anda?

6. Fitur dan Layanan

E-money biasanya menawarkan layanan dasar, seperti pembayaran transportasi, tol, toko fisik, restoran, dan beberapa merchant lainnya yang bekerja sama dengan penyedia layanan e-money tersebut. Penggunaan e-money di tempat-tempat fisik ini memudahkan konsumen untuk melakukan transaksi tanpa perlu membawa uang tunai atau kartu kredit. 

Sementara itu, e-wallet, menawarkan berbagai fitur tambahan yang membuat pengelolaan keuangan menjadi lebih fleksibel dan praktis. Salah satu fitur utama e-wallet adalah kemampuan untuk mentransfer uang, membayar tagihan di e-commerce, top-up pulsa, hingga membayar tagihan. 

7. Penerbitan

Sudah ada di Indonesia sejak 2009, e-money umumnya diterbitkan oleh lembaga perbankan. Oleh karena itu, penerbitan e-money harus melalui persetujuan dan perizinan dari Bank Indonesia (BI) terlebih dahulu. 

Sementara itu, penerbitan e-wallet umumnya dilakukan oleh perusahaan fintech yang memiliki lisensi resmi dari Bank Indonesia. Perusahaan-perusahaan ini tentunya memiliki infrastruktur teknologi yang canggih dan tim yang ahli dalam mengembangkan solusi pembayaran digital.

8. Keamanan

E-money memiliki risiko keamanan tertentu terkait dengan kehilangan atau pencurian kartu fisiknya. Jika kartu e-money hilang atau dicuri, maka orang yang menemukannya dapat dengan mudah menggunakan saldo yang ada dalam kartu tersebut. Pasalnya, penggunaan e-money sendiri tidak memerlukan nomor sandi atau Personal Identification Number (PIN).

Sebaliknya, e-wallet menawarkan keamanan yang lebih tinggi dan sudah dilengkapi dengan lapisan keamanan tambahan untuk melindungi akun pengguna. Keamanan e-wallet bergantung pada platform dan perangkat yang digunakan. Namun, Anda tak perlu khawatir karena e-wallet biasanya dilengkapi dengan PIN hingga fitur biometrik.

9. Ketersediaan Layanan

Jaringan layanan e-money cenderung lebih terbatas dibandingkan dengan e-wallet. Umumnya, layanan e-money terpusat pada merchant fisik dan sektor transportasi. Ini membuat e-money lebih sesuai untuk transaksi di tempat yang terhubung dengan jaringan e-money tertentu.

Sebaliknya, jaringan layanan e-wallet cenderung lebih luas dan inklusif. Selain transaksi online, e-wallet juga dapat digunakan untuk  melakukan pembayaran di berbagai merchant offline. Ini menjadi solusi yang lebih fleksibel dan dapat diandalkan dalam berbagai situasi.

Baca Juga: 5 Contoh Surat Kuasa Pengambilan Uang di Bank

10. Segmentasi Pengguna

E-money cocok untuk semua kalangan, terutama pengguna transportasi publik dan pengguna yang menginginkan pembayaran cepat dan praktis. Ini menjadi pilihan yang ideal bagi Anda yang menginginkan pembayaran dengan mudah tanpa repot mencari uang tunai atau menukar kembalian. 

Sementara itu, e-wallet cocok untuk pengguna yang aktif bertransaksi secara daring, serta menginginkan kemudahan dan fleksibilitas dalam mengelola keuangan. E-wallet menjadi pilihan yang sangat populer di kalangan generasi milenial dan generasi Z yang aktif menggunakan ponsel pintar dalam kehidupan sehari-hari. 

11. Tata Cara Pendaftaran

E-money tidak memerlukan proses pendaftaran karena berbentuk kartu, yang berbeda dengan e-wallet yang mengharuskan pengguna untuk melakukan registrasi dengan menyediakan informasi identitas pribadi, nomor telepon, dan juga mengatur PIN untuk memastikan verifikasi keamanan.

Rekomendasi Penggunaan Sesuai Kebutuhan

Berdasarkan perbedaan yang telah dijelaskan sebelumnya, Anda dapat memilih solusi yang paling sesuai dengan kebutuhan dan preferensi pribadi. Jika Anda sering melakukan transaksi di tempat-tempat fisik, e-money menjadi pilihan yang lebih praktis. Namun, jika Anda lebih sering melakukan transaksi online dan menginginkan akses yang lebih fleksibel, e-wallet menjadi pilihan yang lebih cerdas.

Dengan demikian, semoga penjelasan mengenai perbedaan e-money dan e-wallet dalam artikel ini dapat membantu Anda dalam menemukan solusi yang paling sesuai dengan gaya hidup dan kebutuhan finansial Anda. Untuk membuat keputusan yang cerdas, perhatikan dengan cermat setiap fitur, layanan, kegunaan, dan kemudahan akses yang ditawarkan oleh e-money dan e-wallet. 

Pada prinsipnya, e-money maupun e-wallet menawarkan kemudahan dalam bertransaksi di era digital ini. Meski begitu, penting juga untuk memastikan bahwa transaksi Anda dilakukan dengan keamanan dan kepercayaan yang tinggi. 

Sebagai langkah tambahan untuk memastikan keamanan dan keakuratan setiap transaksi, Privy menawarkan solusi tanda tangan on premise yang dapat diandalkan. Privy menawarkan kemudahan dalam mengintegrasikan tanda tangan digital ke dalam sistem pekerjaan Anda untuk proses administrasi yang lebih aman dan efisien. 

Layanan PrivyCorp dari Privy memungkinkan Anda mengambil kendali penuh terhadap pengelolaan dokumen sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Melalui infrastruktur teknologi dan sentral operasi keamanan sendiri, bisnis Anda bebas mengelola ratusan hingga ribuan dokumen setiap bulannya dengan efektif dan efisien.

Tak perlu khawatir terkait keamanan data, Privy telah mendapatkan sertifikasi Sistem Manajemen Keamanan Informasi ISO/IEC 27001:2013 untuk menjaga kerahasiaan dan keamanan data Anda. Selain itu, Privy juga telah mendapat akreditasi Webtrust for Certification Authority (CA) yang dapat memberi jaminan pembuktian tanda tangan digital dan keamanan data pengguna. 

Jangan menunda lagi! Langsung hubungi Privy hari ini untuk mendapatkan kemudahan dalam setiap tanda tangan digital yang dibuat.

Tinggalkan Balasan