Contoh Surat Pembatalan Perjanjian & Formatnya

orang berdiri berpikir

Berbicara tentang transaksi yang melibatkan dua pihak atau lebih, tidak lepas dari adanya surat perjanjian. Sesuai dengan namanya, surat perjanjian dibuat untuk mengikat hak dan tanggung jawab setiap pihak agar terlaksana dan tercapai kesepakatan bersama. 

Namun, seiring berjalannya waktu, mungkin saja salah satu pihak menginginkan perjanjian tersebut dibatalkan. Lantas, apakah bisa surat tersebut dibatalkan? Bagaimana cara membuatnya?

Artikel kali ini akan membahas mengenai contoh surat pembatalan perjanjian beserta formatnya. Mari simak informasi lengkapnya pada pembahasan berikut ini!

Fungsi Surat Pembatalan Perjanjian

Dibuatnya surat pembatalan perjanjian oleh pihak-pihak tertentu berfungsi sebagai berikut:

1. Bukti Tertulis Pembatalan Perjanjian

Ketika sebuah kesepakatan dilandasi dengan surat perjanjian, diperlukan juga bukti dalam bentuk tertulis apabila terjadi pembatalan di kemudian hari. Bukti tertulis ini penting sebagai syarat sah bahwa setiap pihak menyetujui terjadinya pembatalan tersebut.

Selain itu, bukti tertulis ini pun dapat digunakan di pengadilan hukum apabila suatu hari terjadi permasalahan dengan pembatalan tersebut. 

2. Menyatakan Kesiapan Menerima Konsekuensi

Dengan dibuatnya dokumen pembatalan perjanjian, Anda berarti sudah siap menerima konsekuensi ke depannya. Maka dari itu, pada bagian isi dokumen, dicantumkan juga mengenai tanggung jawab yang masih harus diselesaikan, denda, pembayaran ganti rugi, dan sebagainya. 

Begitu pun bagi pihak yang menerima kerugian akibat pembatalan ini harus memenuhi kewajibannya. Misalnya, Anda membuat dokumen pembatalan perjanjian kerja sama pengiriman barang. Maka dari itu, pihak pengirim barang tidak perlu lagi melakukan pengiriman dan Anda tetap harus melakukan kewajiban pembayaran yang belum selesai. 

3. Melindungi Hak dan Kewajiban Tiap Pihak

Pembatalan yang terjadi tentunya harus melindungi pihak-pihak yang terlibat. Maka dari itu, dalam proses pembuatannya, dokumen ini harus diketahui dan disetujui seluruh pihak. 

Walaupun dokumen pembatalan bisa dilakukan secara sepihak, setiap bagian dalam pesan tersebut pun tetap harus mengetahui latar belakang serta hak dan kewajiban yang perlu dipenuhi. 

Dengan begitu, dokumen ini bisa digunakan oleh pihak-pihak tertentu untuk mencegah sengketa atau permasalahan di kemudian hari. 

4. Menjaga Transparansi 

Setiap pihak yang terlibat dalam sebuah kesepakatan perlu mengetahui informasi mengenai rencana pembatalan perjanjian ini. Hal ini berfungsi untuk menjaga transparansi atau keterbukaan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. 

Selain itu, transparansi ini juga berfungsi untuk memberitahukan kepada setiap pihak secara resmi mengenai adanya perjanjian yang dibatalkan. 

Contoh Surat Pembatalan Perjanjian 

Berikut ada beberapa contoh surat yang biasanya digunakan oleh masyarakat dalam proses pembatalan perjanjian: 

1. Contoh Surat Pembatalan Perjanjian Jual Beli Rumah

Contoh Surat Pembatalan Perjanjian Jual Beli Rumah

Sumber: Rumah 123.

2. Contoh Surat Pembatalan Perjanjian Sepihak

Contoh Surat Pembatalan Perjanjian Sepihak

Sumber: Scribd. 

3. Contoh Surat Pembatalan Perjanjian Kontrak Kerja

Contoh Surat Pembatalan Perjanjian Kontrak Kerja

Sumber: Scribd. 

4. Contoh Surat Pembatalan Perjanjian Kerja Sama

Contoh Surat Pembatalan Perjanjian Kerja Sama

Sumber: Mapel.

Format Surat Pembatalan Perjanjian

Setiap institusi/perusahaan/organisasi tentu akan mempunyai format surat pembatalan perjanjian yang berbeda sesuai kebutuhan. Akan tetapi, adapun pembatalan perjanjian secara umum dapat dibuat dengan format berikut ini:

1. Kop dan Kepala Surat

Format pertama yang harus ada di setiap penulisan pesan adalah kop dan kepala surat. Saat menulis kop surat, informasi yang harus dicantumkan adalah nama pengirim, nomor telepon, alamat, dan informasi lainnya.

Selain itu, bagian kepala berisikan data penerima pesan beserta alamat yang dituju. Bagian ini harus dituliskan di bagian atas agar pesan bisa langsung dibaca oleh pihak yang dituju. 

2. Judul Surat

Sama seperti jenis pesan lainnya, surat pun perlu diberi judul agar jelas mengenai maksud dan tujuannya. Dalam hal ini, Anda bisa menuliskannya seperti berikut ini:

“PEMBATALAN PERJANJIAN”

Anda dapat meletakkannya di bawah kepala surat sebelum masuk ke bagian isi. Dengan demikian, pihak penerima bisa segera memahami apa yang akan dibahas di dalam pesan tersebut. 

3. Bagian Isi

Bagian penting dalam penulisan pesan adalah isi dari informasi yang akan disampaikan. Sama dengan ketika membuat surat perjanjian, pembatalan perjanjian pun memerlukan latar belakang atau alasan mengapa pesan tersebut dibuat. 

Selain itu, Anda juga dapat menambahkan pasal atau ayat hukum yang berlaku sebagai dasar dan landasan pembuatan pesan. Dasar hukum ini dapat menjadi penengah sekaligus penguat bahwa Anda tidak akan lepas dari tanggung jawab atau kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya. 

4. Penutup

Tuliskan kalimat penutup yang menyatakan bahwa Anda siap menerima konsekuensi dan melakukan tanggung jawab atas pembatalan tersebut. Jangan lupa juga ucapkan terima kasih atas pengertian seluruh pihak mengenai keputusan yang diambil. 

5. Nama dan Tanda Tangan 

Terakhir, cantumkan nama dan bubuhkan tanda tangan di bagian akhir surat. Hal ini penting guna menginformasikan bahwa Anda sendirilah yang bertanggung jawab atas seluruh isi dalam pesan tersebut. 

Dalam pembubuhan tanda tangan, pastikan Anda membubuhkannya dengan jelas. Apabila Anda menggunakan dokumen cetak, gunakan pena untuk membubuhkannya. Jika Anda menggunakan dokumen digital, pastikan Anda menggunakan tanda tangan elektronik (TTE) dalam dokumen tersebut.

Mengapa perlu tanda tangan elektronik? Hal ini lantaran TTE bisa dilacak keaslian dan keabsahannya sehingga dokumen pembatalan perjanjian Anda bisa dianggap sah dan valid. TTE bisa dilacak melalui website untuk menghindari penipuan pembatalan perjanjian secara sepihak yang tidak diketahui oleh pihak mana pun. 

Lalu, bagaimana cara membuat TTE? Anda bisa menggunakan aplikasi tanda tangan elektronik, seperti Privy. Privy sudah bekerja sama dengan Kominfo sehingga penggunaan TTE bisa terjamin keasliannya dan tentunya dianggap sah. Demikianlah beberapa contoh surat pembatalan perjanjian dan formatnya. Apabila Anda ingin mudah dalam proses pembuatan dokumen, Anda bisa membuat template dokumen di aplikasi Privy. Template ini bisa digunakan jika Anda memegang role (peran) sebagai admin. Sungguh efektif, bukan?

Tinggalkan Balasan