/5 Manfaat Verifikasi Identitas Digital bagi Industri Fintech

5 Manfaat Verifikasi Identitas Digital bagi Industri Fintech

Penggunaan identitas digital saat ini semakin meluas. Bahkan, studi dari Goode Intelligence memperkirakan bahwa pasar verifikasi identitas digital akan mencapai 15 miliar USD pada 2024 mendatang. Jumlah tersebut mengalami peningkatan hingga 20 persen jika dibandingkan dengan nilai pasar 2019 lalu. Hal ini tidak mengecualikan verifikasi identitas digital bagi industri fintech. 

Fintech atau financial technology (teknologi finansial). Sektor industri ini memang berhubungan erat dengan penerapan teknologi. Maka, tidak mengherankan lagi jika inovasi seperti identitas digital digunakan secara luas. Namun, sebenarnya, apa manfaat dari penerapan proses verifikasi identitas digital bagi industri fintech itu sendiri? 

Manfaat Verifikasi Identitas Digital bagi Fintech 

Sesuai namanya, operasional fintech sangat bergantung pada penerapan teknologi. Sebisa mungkin, proses bisnis yang dijalankan memanfaatkan dukungan teknologi. Bahkan, kebanyakan tidak ragu untuk memanfaatkan suatu inovasi baru dengan harapan dapat mencapai efisiensi bisnis. Lalu, bagaimana peran identitas digital dalam industri fintech? 

  1. Menyederhanakan Prosedur KYC

    Dengan adanya verifikasi identitas digital, perusahaan yang bergerak di industri fintech dapat menyederhanakan proses bisnis mereka. Salah satu contohnya adalah penyederhanaan proses KYC (Know Your Customer). 

    Kegunaan KYC dalam fintech adalah untuk mengenali pelanggan mereka. Kemungkinan akan terjadinya penyalahgunaan data dan informasi muncul tanpa adanya KYC. Dengan menerapkan verifikasi identitas digital, prosedur KYC menjadi lebih praktis dan mudah. Cukup dengan menyetujui consent terhadap data yang akan dibagikan ke pihak fintech melalui identitas digital.

  2. Meminimalkan Potensi Human Error

    Human error adalah suatu hal yang wajar terjadi. Namun, bukan berarti kita tidak dapat meminimalisasi peluang terjadinya hal tersebut. Sebab, bagaimanapun juga, human error adalah kesalahan yang bisa menyebabkan kerugian. Akan tetapi, penerapan verifikasi identitas digital bisa meminimalisasi hal ini.

    Prosedur verifikasi digital ini dapat dilakukan secara otomatis dengan perangkat dan sistem khusus. Itu artinya, tingkat keterlibatan tenaga manusia sangat minim bahkan tidak ada. Jadi, potensi terjadinya human error pun jauh lebih kecil. 

  3. Lebih Efisien dari Segi Biaya

    Anda tentu ingat salah satu prinsip dasar ekonomi, yakni “Mencapai hasil maksimal, dengan pengorbanan yang seminimal mungkin”. Prinsip tersebut bisa Anda jalankan dengan menerapkan proses verifikasi digital. Sebab, proses ini memungkinkan Anda untuk bisa menghemat pengeluaran, tanpa harus mengorbankan benefit tertentu. 

    Hal ini bahkan telah berhasil dibuktikan oleh industri fintech yang dikelola oleh pemerintah India. Dengan menerapkan verifikasi digital melalui e-KYC, mereka berhasil menghemat biaya operasional hingga 5 USD per pelanggan. 

  4. Potensi Kolaborasi yang Lebih Luas

    Era digital erat kaitannya dengan kolaborasi. Dengan berkolaborasi, bisnis yang Anda jalankan pun akan lebih mudah berkembang, terlebih pada sektor finansial yang hingga saat ini masih didominasi oleh bank dan layanan keuangan konvensional. Peluang untuk bisa setara atau bahkan mengungguli mereka akan lebih besar jika Anda melakukan kolaborasi. 

    Kolaborasi akan lebih mudah jika Anda memanfaatkan teknologi seperti verifikasi digital. Misalnya, untuk prosedur KYC, Anda bisa bekerja sama dengan perusahaan yang menyediakan sistem verifikasi identitas digital. Selain memberikan yang terbaik untuk pelanggan, pendekatan ini juga akan membantu Anda untuk tetap fokus pada kegiatan bisnis utama. 

  5. Menjangkau Lebih Banyak Pelanggan

    Meski masih banyak pengguna industri keuangan yang lebih menyukai metode konvensional, sebenarnya pengguna yang memanfaatan inovasi teknologi pun mengalami peningkatan.

    Laporan dari Ernst&Young menemukan bahwa jumlah pengguna layanan fintech di seluruh pada 2019 mengalami peningkatan hingga 48 persen dari tahun 2015. Itu berarti, potensi pasarnya terbilang besar. Anda bisa menerapkan teknologi seperti verifikasi digital untuk menggarap peluang tersebut. 

Dari sini, bisa diketahui bahwa penerapan verifikasi identitas digital sangat menguntungkan bagi industri fintech. Namun, selalu waaspada, keamanan data pribadi pelanggan Anda adalah segalanya. Oleh karena itu, pilihlah layanan verifikasi yang memang sudah teruji keamanannya seperti Privy yang menawarkan keamanan tingkat tinggi. 

Dengan menerapkan Privy, prosedur KYC bisa dilakukan secara online dengan risiko seminimal mungkin, begitu juga dengan risiko terjadinya maladministrasi dan penipuan. Tanda tangan digital Privy melekat pada pengguna yang telah terverifikasi sehingga mencegah terjadinya tindak kejahatan. Kembangkan usaha fintech Anda bersama Privy sekarang juga! 

Be Sociable, Share!