/Teknologi Pengenalan Wajah dalam Membantu Proses e-KYC

Teknologi Pengenalan Wajah dalam Membantu Proses e-KYC

Teknologi pengenalan wajah merupakan suatu teknologi yang mampu mencocokkan wajah manusia dalam format digital (dapat berupa gambar maupun video) dengan database sistem. Umumnya, penerapan teknologi ini bertujuan untuk melakukan autentikasi pengguna melalui layanan verifikasi identitas digital. Secara garis besar, teknologi ini bekerja dengan menilai dan mengukur fitur pada wajah. 

Salah satu contoh penerapan teknologi pengenalan wajah yang mulai banyak ditemukan adalah prosedur e-KYC (Electronic Know Your Customer). Dengan menggunakan teknologi pengenalan wajah, prosedur e-KYC dapat berlangsung lebih praktis dan tetap aman. Bagaimana teknologi ini membantu prosedur e-KYC? 

Mengenal e-KYC, Apa Perbedaannya dengan KYC?

Sebenarnya, e-KYC berperan untuk menggantikan sebuah prosedur yang sudah ada sebelumnya, yaitu KYC (Know Your Customer). 

Menurut deskripsi dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan), prinsip KYC merupakan upaya untuk mencegah terjadinya pencucian uang (money laundering) yang menyebabkan masuknya uang hasil kriminalitas ke dalam industri. Penerapan KYC ini telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. 

Lalu, apa sebenarnya e-KYC itu? Prinsip e-KYC sama dengan KYC konvensional. Hanya saja, e-KYC menerapkan prosedur secara digital. Calon pelanggan tidak perlu lagi datang ke kantor untuk mendaftarkan diri dan melakukan KYC. Semuanya dilakukan secara online dengan memanfaatkan jaringan internet.

Bagaimana Teknologi Pengenalan Wajah Membantu Prosedur e-KYC? 

Saat perusahaan tidak bisa bertatap muka langsung dengan calon pelanggan, tentu akan sulit untuk memverifikasi keaslian data mereka. Selain itu, fitur-fitur unik tertentu pada wajah seperti tahi lalat atau bentuk mata akan sulit terdeteksi apabila menggunakan KYC lewat panggilan video. Kualitas internet yang belum tentu stabil juga dapat mempengaruhi proses verifikasi. 

Namun, hadirnya teknologi pengenalan wajah (facial recognition) mampu mengatasi hal tersebut. Dengan inovasi teknologi ini, sistem bisa langsung mengenali jika sampel yang diperiksa tidak sesuai. Nah, untuk memudahkan Anda dalam membayangkan cara kerja teknologi pengenalan wajah, simak penjelasan berikut. 

  1. Pengenalan Wajah dalam Proses Onboarding

    Ketika seorang calon nasabah mempercayakan uang mereka kepada Anda selaku penyedia jasa keuangan, sudah tentu mereka mengharapkan tingkat keamanan tinggi.

    Kepercayaan tersebut dapat dibangun dengan menerapkan prinsip e-KYC selama proses onboarding. Di saat mereka akan membuka rekening baru, berikut cara kerja teknologi pengenalan wajah:

    – Calon nasabah mengajukan pembukaan rekening baru atau permohonan kredit; 

    – Petugas bank melakukan pengambilan foto calon nasabah sebagai bagian dari proses onboarding sekaligus penerapan prinsip e-KYC. Di samping itu, bank juga akan memindai identitas calon nasabah yang dikeluarkan oleh pemerintah (KTP, SIM atau Paspor); 

    – Petugas bank mulai melakukan verifikasi biometrik dengan teknologi pengenalan wajah; 

    – Proses autentikasi digital selesai. Bank bisa langsung mulai meninjau status hukum sekaligus kondisi keuangan calon nasabah. Jika memang data sesuai, mereka bisa membuka rekening baru atau mengajukan pinjaman. 

  2. Pengenalan Wajah untuk Transaksi Jarak Jauh

    Sekarang ini, sudah banyak sekali nasabah bank maupun pengguna layanan keuangan yang melakukan transaksi perbankan melalui browser di PC atau smartphone. Maka dari itu, dengan adanya teknologi pengenalan wajah, prosedur ini akan jauh lebih aman dan efisien.


    Saat pengguna ingin memeriksa rekening melalui gadget, mereka bisa melakukan verifikasi identitas dengan memanfaatkan webcam. Nantinya, sistem akan menilai vektor wajah, apakah sesuai dengan informasi yang terekam dalam database atau tidak. Proses ini bisa selesai dengan cepat menggunakan proses template yang telah terenkripsi. Jadi, meski melakukan proses verifikasi jauh dari kantor bank, keamanannya tetap terjamin.

Lebih Efisien dengan e-KYC

Teknologi pengenalan wajah dalam prosedur e-KYC terbukti mampu memberikan keamanan bagi para pelanggan. Selain aman, teknologi ini juga lebih efisien karena calon pelanggan tidak perlu menghabiskan waktu, tenaga, dan biaya untuk pergi ke kantor penyedia jasa keuangan. Calon pelanggan dapat melakukan proses KYC di mana saja, selama terdapat jaringan internet dan perangkat kamera untuk merekam vektor wajah calon pelanggan. 

Selain menerapkan teknologi pengenalan wajah, Anda juga bisa meningkatkan keamanan onboarding calon pelanggan dengan verifikasi tanda tangan digital melalui Privy. Lewat Privy, Anda bisa menerapkan prinsip e-KYC dengan mudah dan efisien dari segi biaya, waktu, dan tenaga. Tingkatkan keamanan bisnis Anda dengan menerapkan prinsip e-KYC bersama Privy! Informasi selengkapnya, silakan klik di sini. 

Be Sociable, Share!