Mengenal Tanda Tangan Digital Sebagai Pengganti Tanda Tangan Basah

Salah satu hal yang membuat sulitnya kita dalam membuat pengesahan dokumen adalah diperlukannya tanda tangan basah. Bagi Anda yang memiliki banyak waktu luang untuk melakukannya mungkin hal ini tidak akan terlalu mengganggu, tapi bagi Anda yang sangat sibuk dalam keseharian, jelas hal ini akan sangat mengganggu. Untuk mengatasi hal itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) sedang mendorong penggunaan digital signature atau tanda tangan digital untuk berbagai transaksi.

Tanda tangan digital ini nantinya akan dapat menggantikan tanda tangan basah untuk pengesahan suatu dokumen. Dengan demikian, masyarakat dapat membuat dokumen legal tanpa perlu menggunakan kertas dan pena guna membuat dokumen digital memiliki kekuatan hukum. Diharapkan, rencana ini bisa diluncurkan pada kuartal kedua tahun 2017 mendatang.

Apa Itu Tanda Tangan Digital?

Tanda tangan digital sebenarnya bukanlah tanda tangan basah yang di-scan, kemudian menjadi tanda tangan digital. Tanda tangan digital merupakan sebuah file unik dengan pengamanan Personal Identification Number (PIN) yang digunakan untuk mengidentifikasi seseorang atau pihak tertentu secara online yang dikeluarkan oleh Certification Authority (CA). Selain itu, tanda tangan digital mengandung data-data yang hanya diketahui oleh pemilik saja.

“Tidak ada lagi tanda tangan di atas kertas seperti biasanya. Proses otentifikasi dipindah ke dalam format digital. tanda tangan digital ini berfungsi menggantikan proses verifikasi dokumen secara manual.” ujar Kepala Sub Direktorat Teknologi Keamanan Informasi Kominfo, Riki Arif Gunawan,

Selama ini, mungkin kita sudah terbiasa membuat dokumen dengan tanda tangan manual atau tanda tangan basah. Di mana pengisian informasi data diri lengkap harus dibubuhi tanda tangan dengan sebuah pena atau pulpen di atas secarik kertas.

Tanda tangan sendiri memiliki peran sangat penting untuk persetujuan sebuah transaksi dan validasi sebuah arsip. Karena hal itu, penggunaan tanda tangan basah yang terkadang sangat menyulitkan akan diganti ke dalam bentuk digital sehingga proses pembuatan dokumen legal bisa dilakukan dengan cepat.

Siapa yang Akan Mewujudkannya?

Untuk menjalankannya, nantinya akan ada Root CA (Certification Authority), CA, dan lembaga yang siap dengan kehadiran tanda tangan digital sebagai sistem validasinya. Untuk informasi, CA adalah lembaga yang menggunakan aplikasi untuk memproses validasi dari tanda tangan digital masyarakat. Di samping itu, CA juga memiliki peran sebagai pihak yang berhak menentukan identitas digital.

Riki mengatakan, CA ini diisi oleh lembaga seperti perbankan, telekomunikasi, hingga asuransi. Mereka adalah pihak yang punya sistem elektronik dan yang bertanggung jawab memverifikasi identitas pengguna. Sedangkan Root CA adalah Kominfo sendiri, yaitu sebagai pihak yang menjamin apakah CA layak dipercaya untuk melakukan validasi identitas digital masyarakat.

Bagaimana Proses Pembuatan Tanda Tangan Digital?

Contoh Pembuatan Tanda Tangan Digital via revasolutions.com

 Prosesnya sendiri cukup mudah. Sebagai contoh, Anda sudah memiliki identitas di suatu bank. Maka identitas Anda sudah pasti diverifikasi terlebih dulu, sehingga ke depan tak perlu mengunjungi bank itu lagi kalau ingin melakukan suatu transaksi.

“ Anda cukup mengunjungi situs webnya dan melakukan login, masukkan nomor PIN dan token, lalu di sana akan ada permohonan tanda tangan digital. Anda langsung ceklis saja, lalu submit, dan bisa langsung dapat file-nya. Anda tak perlu melalui proses KYC (Know Your Customer) dari bank lagi,” kata Riki.

Bagi Anda yang belum tahu, KYC yaitu proses tatap muka yang biasa dilakukan oleh setiap perusahaan seperti bank atau asuransi untuk melakukan verifikasi nasabah atau pelanggan.

Lalu, bagaimana untuk orang yang belum memiliki akun bank? Riki menyebutkan, bagi Anda yang belum memiliki akun bank untuk tetap melakukan daftar seperti biasa dulu karena belum melewati proses KYC. Setelahnya, baru bisa menerapkan tanda tangan digital. Setelah melakukan langkah-langkah tersebut, konsumen akan diberi username dan password oleh pihak CA. Kemudian konsumen diarahkan untuk membuka link atau tautan yang dikirim melalui email. Setelah link itu dibuka, masukkan username dan password tersebut.

Nanti, Anda akan diminta untuk meng-create sertifikat digital. Setelah dipilih, browser akan langsung memunculkan file yang harus segera disimpan di perangkat laptop atau ponsel. Baru setelahnya, file itu bisa di-install di sistem operasi masing-masing.

Kenapa Tanda Tangan Digital Itu Penting?

Alasan utama munculnya rencana ini adalah semakin banyaknya kejatahan cyber yang mengatasnamakan korban lewat transaksi elektronik sehingga tindakan ini bisa dilakukan dengan mudah.

“Saya bisa mengirim email tanpa si penerima tahu bahwa yang mengirim itu saya. Tentu, ini bisa mengganggu perkembangan bisnis karena keamanan (elektronik) akan berantakan, seperti tidak tahu siapa sebenarnya yang mengirim email,” ujar Dirjen Aplikasi dan Informatika (Aptika), Kementerian Komunikasi dan Informatika, Samuel Abrijani Pangerapan.

Menurut Samuel, tanda tangan digital adalah solusi atas masalah keamanan informasi itu. “Bagaimana kami bisa melindungi dokumen-dokumen di internet. Makanya kami di pemerintah memulai suatu program dengan digital signature atau tanda tangan digital,” ujarnya lagi.

Kedepannya, jumlah transaksi elektronik diprediksi bisa mencapai Rp440 triliun per tahun. Dengan nilai sebesar itu, keamanan informasi pada transaksi elektronik adalah suatu kebutuhan yang mutlak dipenuhi. Indonesia sendiri bukan negara pertama yang menerapkan rencana ini. Di negara-negara maju, sekarang telah menggunakan standarisasi tinggi soal transaksi elektronik.

“Jika Indonesia tak menerapkan standardisasi yang serupa, negara lain akan hati-hati bertransaksi elektronik dengan Indonesia,” kata Samuel.

Bagaimana Jaminan Keamanannya?

Sejauh ini, pihak Kemenkominfo menjamin bahwa tanda tangan digital itu aman, karena untuk mengakses data yang hendak dibubuhi tanda tangan digital ini dibutuhkan suatu nomor PIN. Jadi, ketika ada pihak yang ingin mencuri datau melakukan penipuan, data akan terlindungi karena hanya Anda yang tahu kuncinya.

sumber : cermati.com

Be Sociable, Share!

    Leave a Reply